18 March 2015

Jiwa pengusahakah Anda atau karyawan?


Ketika anda ingin membuka usaha sendiri,apalagi saat ini anda masih berstatus karyawan,apakah pola pikir anda sudah di setting ke cara berpikir entrepreneur? Atau jangan-jangan hanya kulit luarnya saja anda kelihatannya seperti wirausahawan padahal mentalnya masih karyawan?

Mari kita berpikir sederhana saja,bahwa pada dasarnya menjadi wirausahawan atau seorang karyawan adalah sebuah pilihan.Dan sudah barang tentu keduanya sama-sama mendatangkan uang jika sudah berhasil.Serta yang paling penting adalah tidak ada yang lebih baik diantara keduanya,karena setiap  manusia dibekali kelebihan dan kekurangan masing-masing.Artinya ada orang yang passionnya di usaha dan ada pula yang cocok jadi karyawan.

Ketika anda menyukai hal-hal yang belum pasti,senang berpetualang dengan sesuatu yang baru,serta sangat antusias bertemu dengan orang-orang yang berbeda.Maka mungkin jiwa anda cocok jadi pengusaha.Di lain sisi,anda sangat enjoy dengan hasil yang pasti,sangat suka dengan aturan-aturan perusahaan besar yang membuat penghasilan anda besar,maka bisa jadi jiwa seperti ini,cocok jadi karyawan yang sukses berkarir.

Melihat seorang pengusaha sepintas lalu akan terbayang dipikiran kita kehidupan yang bahagia,banyak uang,serta semuanya serba enak.Memang ada benarnya,namun juga banayak salahnya.Mengapa? Menjadi wirausahawan tidak segampang apa yang kita lihat tersebut.Menjadi seorang wirausahawan wajib memiliki visi dan misi yang bagus,ide yang brilian,disertai manajemen yang yang baik.Dan yang terpenting adalah harus mengorbankan banyak waktu agar visi misinya bisa tercapai

Jika anda mau melihat dengan saksama bagaimana seorang pengusaha merintis bisnis mereka,melihat lebih dalam bagaimana ketika awal dia membagun usahanya,begitubanyak yang dikorbankan.Apalagi ketika dia bangkit dari keterpurukan uasahanya.Maka anggapan hidup enak yang ada dipikiran kita tentang enaknya pengusaha akan hilang.

Apa yang sudah diraih oleh seorang pengusaha bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.Para pengusaha telah berjuang sungguh-sungguh.Kebanyakan orang hanya melihat suksesnya saja.Namun dibalik kesuksesan itu,sebenarnya terdapat ketekunan,kedisplinan,cucuran keringat dan bahkan airmata yang menghiasi perjuangan mereka.

 Kalau kita membaca koran,menonton televisi,ataupun membuka internet.Rata-rata menyorot pengusaha yang sukses yang bisa menjadi inspirasi bagi pemirsanya.Sehingga masyarakat berkesimpulan bahwa menjadi pengusaha itu pasti kaya raya.Padahal itu belum pasti adanya.

Hal-hal seperti inilah yang salah dipahami oleh kebanyakan mereka yang ingin terjun dan mulai berwirausaha. Para calon pengusaha merasa bahwa kesuksesan itu pasti sudah ada di depan mata dengan ilmu dan ketrampilan yang seadanya. Ini ibarat berlayar menuju samudra tanpa membawa bekal yang cukup. Nekat bin keblinger!

Menjadi seorang pengusaha itu harus selalu siap untuk mengelola risiko, kapanpun dan dimanapun. Dalam kondisi sesulit apapun, Anda harus mampu bertahan. Jangan sampai baru gagal sekali sudah menyerah, baru jatuh sekali sudah kapok. Karena itu, jangan pernah bermimpi menjadi seorang pengusaha sukses jika tidak siap dengan segala risikonya.

Siapkah Anda bekerja keras siang dan malam? Siapkah Anda mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga? Siapkah Anda menghadapi resiko yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya? Siapkah Anda untuk mengencangkan ikat pinggang dalam proses membangun kerajaan bisnis? Siapkah Anda meninggalkan Zona nyaman dan berjuang untuk mengejar mimpi?

Jika jawaban semuanya YA, maka Anda sudah siap menjadi seorang pengusaha!

No comments:

Post a Comment